Kemudian pada tahun 2009, hasil penemuan ilmiah
itu kembali dipublikasikan dalam sebuah konferensi ilmiah bertajuk
“Mekkah sebagai Pusat Bumi: Teori dan Praktik.” Konferensi yang digelar
di Dhoha, Qatar itu memperkuat hasil penemuan bahwa Mekkah adalah pusat
bumi. Konferensi itu lalu menelur kan rekomendasi yang berisi ajakan
agar umat Islam mengganti acuan waktu dunia yang selama ini merujuk pada
Greenwich, menjadi Mekkah.
Banyak argumentas ilmiah membuktikan
wilayah nol bujur sangkar melalui kota Mekkah dan tidak melewati
Greenwich di Inggris. Mekkah berada di titik lintang yang persis lurus
dengan titik magnetik di Kutub Utara. Kondisi ini tak dimiliki oleh
kota-kota lain, bahkan Greenwich yang ditetapkan sebagai meridian nol.
Konon,
Greenwich Mean Time (GMT) dipaksakan pada dunia ketika mayoritas negeri
di dunia berada di bawah jajahan Inggris. Dan, jika penemuan ilmiah
bahwa Mekkah sebaga pusat bumi diterapkan, mudah bagi setiap orang untuk
mengetahui waktu shalat, sekaligus akan mengakhiri kontroversi lama
yang dimulai empat dekade lalu tentang rujukan waktu dunia.
Ada
beberapa ayat dan hadist nabawi yang menyiratkan fakta ini. Allah SWT
berfirman: “Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus
(melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat
menembusnya melainkan dengan kekuatan.” (QS Ar-Rahman 33).
Kata
‘aqthar’ adalah bentuk jamak dari kata ‘Qutr’ yang berarti diameter, dan
ia mengacu pada langit dan bumi yang mempunyai banyak diameter.
Diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh
lempengan bumi). Jika Mekkah berada di tengah-tengah bumi, maka itu
berarti Mekkah juga berada di tengah-tengah lapisan langit.
Selain
iu ada hadist yang mengatakan bahwasanya Masjidil Haram di Mekkah,
tempat Ka’bah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan
tujuh bumi (maksudnya tujuh lapisan pembentuk bumi).
Sedikit informasi terkait Ka’bah yang tidak atau belum kita ketahui sebelum ini:
#1. Mekkah adalah wilayah yang memiliki gravitasi paling stabil.
#2. Tekanan gravitasinya tinggi, dan di situlah berpusatnya kebisingan yang membangun yang tidak bisa didengar oleh telinga.
#3.
Tekanan gravitasi yang tinggi berdampak langsung pada sistem imun tubuh
untuk bertindak sebagai pertahanan dari segala serangan penyakit.
#4.
Gravitasi tinggi = elektron ion negatif yang berkumpul di situ tinggi =
doa akan termakbul karena di situ adalah tempat gema atau ruang dalam
waktu bersamaan.
#5. Apa yang diniatkan di hati adalah gema yang
tidak bisa didengar tapi bisa terdeteksi frekuensinya. Pengaruh elektron
menyebabkan kekuatan internal kembali tinggi, penuh smangat untuk
melakukan ibadah, tidak ada sifat putus asa, mau terus hidup, penyerahan
diri sepenuhnya kepada Allah SWT.
#6. Gelombang radio tidak bisa mendeteksi poisisi Ka’bah.
#7.
Bahkan teknologi satelit pun tidak bisa meneropong apa yang ada di
dalam Ka’bah. Frekuensi radio tidak mungkin dapat membaca pa-apa yang
ada di dalam Ka’bah karena tekanan gravitasi yang tinggi.
#8.
Tempat yang paling tinggi tekanan gravitasinya memiliki konten garam dan
aliran anak sungai di bawah tanah yang banyak. Sebab itulah jika salat
di Masjidil Haram, meskipun di tempat yang terbuka tanpa atap, masih
terasa dingin.
#9. Ka’bah bukan sekadar bangunan hitam empat
persegi tetapI satu tempat yang ajaib karena disitu pemusatan energi,
gravitasi, zona magnetisme nol dan tempat yang paling dirahmati.
#10.
Tidur dengan posisi menghadap Ka’bah secara otomatis otak tengah akan
terangsang sangat aktif sampai tulang belakang dan menghasilkan sel
darah.
#11. Pergerakan mengelilingi Ka’bah arah lawan jam
memberikan energi hidup alami dari alam semesta. Semua yang ada di alam
ini bergerak menurut lawan jam, Allah SW telah tentukan hukumnya begitu.
#12.
Peredaran darah atau apa saja di dalam tubuh manusia sesuai lawa jam.
Justru dengn mengelilingi Ka’bah menurut lawan jam, berarti sirkulasi
darah di dalam tubuh meningkat dan sudah tentu akan menambah energi.
Sebab itulah orang yang berada di Mekkah selalu bertenaga, sehat dan
panjang umur.
#13. Sedangkan bilangan tujuh itu adalah simbolik ke
tidak terhingga banyaknya. Angka tujuh itu berarti tidak terbatas atau
terlalu banyak. Dengan melakukan tujuh kali putaran sebenarnya kita
mendapat ibadah yang tidak terbatas jumlahnya.
#14. Larangan
memakai topi, songkok atau menutup kepala karena rambut dan bulu roma
(pria) adalah ibarat antena untuk menerima gelombang yang baik yang
dipancarkan langsung dari Ka’bah. Sebab itulah melakukan haji kita
seperti dilahirkan kembali sebagai manusia baru karena segala yang buruk
telah ditarik dan diganti dengan nur atau cahaya yang baru.
#15.
Setelah selesai semua itu barulah bercukur atau tahalul. Tujuannya unt
melepaskan diri dari pantang larang dalam ihram. Namun rahasia di
sebaliknya adalah untuk membersihkan antena atau reseptor kita dari
segala kotoran sehingga hanya gelombang yang baik saja akan diterima
oleh tubuh kita.
Masya Allah…
Sumber : kabarmakkah.com


